Masyarakat Minahasa, kelompok masyarakat adat dari Sulawesi Utara, Indonesia, memiliki kekayaan warisan budaya yang mencakup sistem pendidikan tradisional yang telah dipraktikkan secara turun-temurun. Namun, seiring dengan pesatnya modernisasi dan globalisasi dunia, praktik pendidikan tradisional ini perlahan-lahan memudar. Penting untuk merevitalisasi dan melestarikan sistem pendidikan tradisional Minahasa untuk memastikan bahwa generasi mendatang terus terhubung dengan akar dan warisan budaya mereka.
Sistem pendidikan tradisional Minahasa mengakar kuat di masyarakat dan didasarkan pada pendekatan pembelajaran yang holistik. Ini berfokus pada pengajaran keterampilan praktis, nilai-nilai, dan tradisi yang penting untuk kelangsungan hidup di lingkungan lokal. Ini termasuk pertanian, perikanan, tenun, pengobatan tradisional, mendongeng, dan musik.
Salah satu aspek kunci dari pendidikan tradisional Minahasa adalah penekanan pada komunitas dan kerjasama. Siswa diajarkan untuk bekerja sama, berbagi pengetahuan, dan saling mendukung dalam perjalanan belajarnya. Hal ini menumbuhkan rasa memiliki dan persatuan dalam masyarakat, yang sangat penting bagi kelangsungan hidup dan kesejahteraan masyarakat Minahasa.
Di dunia yang serba cepat dan didorong oleh teknologi saat ini, terdapat kesenjangan yang semakin besar antara generasi muda Minahasa dan pendidikan tradisional mereka. Banyak generasi muda yang lebih tertarik pada sistem pendidikan modern yang berfokus pada prestasi akademik dan kesuksesan karier. Akibatnya, praktik pendidikan tradisional Minahasa berisiko dilupakan dan hilang.
Untuk merevitalisasi pendidikan tradisional Minahasa menuju dunia modern, penting untuk mengintegrasikan unsur-unsur sistem pendidikan tradisional dan modern. Hal ini dapat dilakukan dengan memasukkan pengetahuan dan praktik tradisional ke dalam kurikulum pendidikan formal, menciptakan peluang bagi siswa untuk belajar dari orang yang lebih tua dan anggota masyarakat, dan memasukkan teknologi dan metode pengajaran modern ke dalam praktik pendidikan tradisional.
Selain itu, penting untuk melibatkan masyarakat dalam proses revitalisasi. Anggota masyarakat, tetua, pendidik, dan pembuat kebijakan harus bekerja sama untuk mengembangkan rencana komprehensif untuk melestarikan dan mempromosikan pendidikan tradisional Minahasa. Hal ini dapat mencakup pembentukan program pendidikan budaya, penyelenggaraan lokakarya dan seminar, dan penciptaan kemitraan dengan sekolah dan universitas untuk memasukkan pengetahuan tradisional ke dalam kurikulum.
Dengan merevitalisasi pendidikan tradisional Minahasa menuju dunia modern, kami dapat memastikan bahwa generasi mendatang terus terhubung dengan warisan budaya dan nilai-nilai mereka. Hal ini tidak hanya membantu melestarikan identitas unik masyarakat Minahasa tetapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat secara keseluruhan. Penting bagi kita untuk mengambil tindakan sekarang juga untuk melestarikan dan mempromosikan pendidikan tradisional Minahasa sebelum hilang selamanya.
